Ads Top

Analisa Syaraf Kejepit 4 Titik Kemarin

Seringkali gangguan syaraf kejepit yang mengenai pinggang karena ada riwayat jatuh pada masa lalu atau waktu yang lebih dekat dengan sakit tersebut.

Yang terjadi pada bapak Fulan kemarin tidak ada riwayat itu.

Indikasi mengarah pada syaraf kejepit yang karena gangguan syaithon yang mendekam mengganggu syaraf tertentu yang efeknya menyebabkan kelumpuhan. Walaupun di foto rontgen terkadang hasilnya tampak sebagaimana yang ada dan tertangkap oleh foto tersebut.

Hasil klise foto rontgen saat kami lihat di pinggang hanya berupa centangan spidol merah 4 ruas berturut-turut. Dan bagi kami yang tidak paham ilmunya sekilas melihat dengan mata telanjang ya biasa saja seperti tidak ada kelainan atau suatu yang berubah. Di mana antara ruas satu dengan yang lain yang tidak bertanda centang pun sama saja keadaannya.

Oleh karena (kemungkinan) gangguan megis syaithon, maka ketika diruqyah langsung terasa baiknya sebab setan yang mengganggu syaraf dengan membuat ikatan, sumbatan atau jepitannya segera lari dari tempat jepitan di syaraf tersebut, sehingga peredaran darah dan syarafnya kembali mapan normal. Lalu pinggang yang sebelumnya ada keluhan langsung merasakan baik dan sehatnya, walau tidak harus seketika sehat sempurna. Ibarat sudah cedera tentu butuh waktu dan proses untuk pulih kembali normal seperti semulanya.

Saat diruqyah memang tidak menunjukkan reaksi yang berarti atau tidak reaksi sama sekali karena memang ruqyah itu tidak mesti reaksi walaupun untuk yang sudah jelas karena gangguan sekalipun.

Ada juga orang diruqyah tidak reaksi sama sekali walau sekedar reaksi yang sifatnya ringan dan lembut tersembunyi, seperti dada menjadi berdebar, semutan di tangan, pusing, mual, badan menghangat, panas atau dingin.

Sebagai contoh dulu ada mbak Fulanah dari pasar klewer Solo diruqyah sama sekali tidak reaksi.

Namun sepekan kemudian datang untuk ruqyah yang kedua, beliau menyampaikan bahwa setelah ruqyah itu sudah berani mandi dengan air dingin biasa, yang sebelumnya harus merebus air dulu tiap kali hendak mandi pagi atau sore.

Hanya kalau muncul reaksi yang dirasakan, seseorang menjadi lebih mudah untuk waspada bahwa sakitnya ada indikasi gangguan yang menjadi sebab pemicunya.
Atau kadang seorang yang merasa ada ganguan tidak merasa puas kalau tidak bereaksi saat diruqyah. Padahal ruquah itu ada yang reaksinya terlambat, kadang baru muncul pada ruqyah lanjutannya, ada juga yang tidak reaksi sama sekali namun Allah beri kesembuhannya.

Adapun ruqyah syaraf kejepit yang menimpa pak Fulan menjadi efektif atas izin Allah karena "segera terruqyahkan" melalui anak menantunya, yang juga menjadi benteng dan support yang sangat sehingga orangtuanya istiqomah dalam menempuh ruqyah lanjutannya.
Andai ruqyah cukup sekali dan tidak berlanjut, secara logika tidak akan segera memperoleh sembuhnya karena Allah yang maha menyembuhkan pun akan melihat bagaimana mujahadah ikhtiar baiknya dari yang bersangkutan, lalu Allah beri sembuhnya sesuai kadar standar ruqyah yang dibutuhkan untuk jenis sakitnya. Ikhtiar yang sifatnya manusiawi berlaku hukum sebab akibat. 

Seandainya sakit syaraf kejepit yang bermula dipicu oleh unsur megis ini berlarut-larut tidak menuai hasil dari terapi biasa yang dijalaninya maka bisa mengakibatkan sakit syaraf yang bersifat permanen di mana rentang waktu terbaring yang panjang mengakibatkan kelemahan fisik lainnya seperti badan menjadi kurus, lemah tenaganya, lemah jiwanya, syarafnya yang error menjadi mapan dengan errornya. Lalu jadilah sakit lumpuh yang permanen secara jasmani sehingga kalau sudah terlambat seperti itu ruqyahpun sudah tidak efektif lagi. Kalaupun unsur megisnya sudah lemah atau pergi pasca diruqyah setelah kondisi seperti itu, maka badannya yang sudah sakit rill fisik masih tetap alami kelumpuhan dan kelemahannya.

Seringkali sakit-sakit yang berat yang sebenarnya bermula dipicu faktor megis, bertemu dengan ruqyah sudah jauh terlambatnya, sudah riil sakit fisiknya. Ada yang mendapat sembuhnya walaupun sudah lama dan tidak sederhana lagi ruqyahnya selama belum berubah menjadi sakit fisik yang riil nyata.

Sahabat RSQ,
Yang Berbahagia...

Oleh karenanya memahami ilmu dan hikmah kesehatan itu sangat penting bagi kita semua, karena kesehatan itu adalah kebutuhan yang mesti selalu melekat pada diri kita, jasmani & ruhaninya.

Kesehatan itu bagai mahkota yang amat mahal dan berharga dalam kehidupan setiap makhluk yang bernyawa, terutama bagi ummat manusia.

Demikian ulasan tentang kisah RSQ " Syaraf kejepit" yang telah kami tuliskan ceritanya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.