Ads Top

Tips Ruqyah mau muntah tapi tertahan

(Apabila pasien perutnya bergejolak dan mau muntah tapi tertahan )

Seringkali kita temui pasien saat diruqyah atau saat sedang melakukan Ruqyah Mandiri yang kesulitan untuk muntah, padahal diperut sudah bergejolak serasa akan ada muntah besar yang hendak dimuntahkan namun seperti ada yang menahan dan tidak bisa dikeluarkan muntah yang terasa mendesak desak tersebut

untuk mengatasi hal seperti ini, semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat, in Syaa Allah cara ini berhasil berdasarkan pengalaman selama ini

Bacakan Ayat Ayat Quran berikut ini sambil menepuk nepuk punggung pasien dan sekali kali diusap usap tarik ke arah leher pasien, taddaburi ayat ayat yang dibaca dengan tartil dan nada yang merdu atau suara yang tidak keras dan tidak terburu buru

1. Al Baqarah 72-74
2. Al Insyiqoq 1-5

Agar bisa memaknai ayat dan bisa ditaddaburi, berikut saya tulis Ayat Ayat Quran  yang dimaksud beserta terjemahannya dan  tekniknya/caranya :


وَ اِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَا  ۗ  وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْن
َ 
wa iz qotaltum nafsan faddaaro'tum fiihaa, wallohu mukhrijum maa kuntum taktumuun

"Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Dan  Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 72)

(Ulang ulang pada kalimat yang saya tebalkan) 


فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَا  ۗ  كَذٰلِكَ يُحْيِ اللّٰهُ الْمَوْتٰى  ۙ  وَيُرِيْکُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

fa qulnadhribuuhu biba'dhihaa, kazaalika yuhyillaahul-mautaa wa yuriikum aayaatihii la'allakum ta'qiluun

"Lalu Kami berfirman, Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu! Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 73)

(ulang ulang pada kalimat yang ditebalkan sambil memperbanyak pukulan kecil atau tepukan pada punggung pasien)

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً   ۗ  وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ ۗ  وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَآءُ ۗ  وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗ  وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

summa qosat quluubukum mim ba'di zaalika fa hiya kal-hijaaroti au asyaddu qoswah, wa inna minal-hijaaroti lamaa yatafajjaru min-hul-an-haar, wa inna min-haa lamaa yasysyaqqoqu fa yakhruju min-hul-maaa`, wa inna min-haa lamaa yahbithu min khosy-yatillaah, wa mallohu bighoofilin 'ammaa ta'maluun

"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 74)

(Ulang ulang pada ayat ini sebanyak 3x, Biasanya sampai di sini pasien akan muntah lepas semua yang tertahan tadi, namun apabila muntah pasien tidak lancar masih tersendat sendat dan hanya sedikit liur atau lendir, padahal diperut sangat besar bergejolak hendak muntah, maka lanjutkan dengan membaca Surat Al In Syiqoq 1-5) dan taddaburi makna ayat)


*بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ*
bismillaahir-rohmaanir-rohiim

اِذَا السَّمَآءُ انْشَقَّت
ْ 
izas-samaaa`unsyaqqot

"Apabila langit terbelah,"
(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 1)

وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ

wa azinat lirobbihaa wa huqqot

"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh,"
(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 2)

وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْ

wa izal-ardhu muddat

"dan apabila bumi diratakan,"
(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 3)

وَاَلْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّت
ْ 
wa alqot maa fiihaa wa takhollat

"dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,"
(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 4)


(Ulang Ulang baca ayat ke 4 ini sampai pasien lancar muntah dan tidak ada tertahan sedikitpun yang akan dimuntahkan pasien)

lanjutkan baca ayat ke 5

وَاَذِنَتْ  لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ 
wa azinat lirobbihaa wa huqqot

"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh."
(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 5)


Peruqyah dan keluarga pasien yang mendampingi baca Hamdalah dan  Al Howqolah  demikian juga pasien jika telah selesai muntah dan merasa plong sesudah muntah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
  
al-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin

"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

laa haula wa laa quwwata illa billah

Selanjutnya beri pasien minum madu atau sari kurma untuk memulihkan stamianya yang terkuras karena banyak muntah

Demikian tips dari saya, Semoga Bermanfaat, semoga Allah segera memberikan kesembuhan pada yang belum sembuh, Aamin Allahumma Aamiin

Oleh : Aguslim R Koto

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.