KISAH NYATA : KANKER SERVIKS STADIUM 3 SEMBUH TOTAL SETELAH DIRUQYAH


Sejak tahun 2011 ibu saya di diagnosa terkena kanker serviks setadium 2B, setelah mendengar kabar tersebut ibu dan keluarga saya shock. Akhirnya dokter menyarankan untuk melakukan KEMOTERAPI, setelah menjalani kemoterapi sebanyak 6kali dengan efek yang luar biasa muntah, sakit tulang, kulit seperti terbakar dll. Setelah kembali periksa ke dokter pasca kemo ibu saya di nyatakan sembuh dari kanker serviksnya.
Setahun lebih berlalu setelah di nyatakan sembuh tiba-tiba kambuh lagi, singkat cerita dokter sarankan untuk kemo lagi lantaran ibu saya sbelumnya sudah merasakan sakitnya kemo akhirnya saya dan keluarga sepakat untuk tidak melakukan kemoterapi dan ibu saya beralih mengkomsumsi herbal. Pasca mengkomsumsi herbal selama 1bulan, kami periksa ke dokter dan anehnya kankernya hilang tanpa bekas sedikitpun (padahal kata dokter sebenarnya kanker itu tidak bisa hilang, paling tidak meninggalkan bekas atau mengecil).
Setahun lebih lagi berlalu ibu saya sudah nyaman tiba-tiba saja kambuh lagi dan kali ini sudah berefek ke ginjal, kankernya kambuh lagi dan mengakibatkan terjdi pembengkakan ginjal di tubuh ibu saya. Setelah periksa dan singkat cerita akhirnya ibu ana menjalani lagi kemoterapi sebanyak 6kali dan juga operasi pemasangan selang di ke2 ginjalnya agar efek kankernya tidak menyebabkan ke-2 ginjalnya rusak. Setelah menjalani kemo dokter menyarankan untuk melakukan RADIOTERAPI, dengan dukungan dari keluarga dan semangat sembuh dari kankernya ibu saya dengan tegar menjalani radioterapi sebanyak 35kali, efek dari radioterapi itu juga menyerang tulang, belum lagi setiap per-3bulannya ibu ana harus melakukan operasi pergantian selang di ke2 ginjalnya, dan sekarang sudah 7-8 kali pergantian selang di ginjalnya. Allahu Akbar , Allah memberi petunjuk saat ibu saya menjalani radioterapu di RSU unhas makassar, setiap hari saya mengantar ibu untuk terapi di sana ana melihat berbagai macam orang yang terkena kanker pada akhirnya ada salah seorang Ustadz yang mengumpulkan pasien kanker dan memperkenalkan ruqyah syar'iyyah dan juga mengajari pasien cara ruqyah mandiri. Saya juga bersyukur salah satu hikmah penyakit ibu ana dan smpai mengenal ruqyah di RSU itu yang membuat ana HIJRAH dari masa jahiliyah, karena dulunya ana bergelut di dunia entertaint sebagai pekerja seni SULAP DAN HIPNOTIS, yang sudah ana geluti bertahun tahun.
Alhamdulillah ibu ana istiqomah menjalankan ruqyah mandiri dan ana pun berupaya untuk hijrah, sedikit cerita waktu itu ana sempat di ruqyah langsung oleh Ust Nuruddin dan saya lah peserta waktu itu yang paling keras reaksi dan yang paling lama sadar setelah ana sadari kalau ternyata ilmu yang ana pelajari itu semua adalah ilmu bathil akhirnya ana tinggalkan dan sekarang sudah menjadi pengurus rumah rehab makassar. Baik ana kembali ke penyakit ibu saya, setelah menjalani radioterapi dan dinyatakan sembuh setahun kemudian untuk ke 3 kalinya kambuh lagi, kali ini yang paling parah karena terjadi pendarahan hebat yang tak henti-henti sampai seminggu, dokternya menyatakan stadium 3 dan sudah masuk ke ginjal dan indung telur padahal sebulan sebelum parah kankernya sudah membaik. Ohh iya sebelumnya juga ibu ana sudah di ruqyah beberapa bulan yang lalu sbelum pendarahan hebat ini  dan reaksinya luar biasa reaksinya tertawa, menangis, mulut dan mata goyang kiri kanan dengan tatapan sinis. Saat masuk rumah sakit karena pendarahan ana teringat waktu di ruqyah dan ibu saya reaksi. Ada beberapa yang mengganjal ana dapatkan.
1. Hasil foto USG dan MRI kanker sangat membaik dan mengecil, 3 dokter yang mengatakan seperti itu tapi cuma 1 yang mengatakan setadium 3 dan sudah masuk ke ginjal dan indung telur, wallahu a'lam.
2. Setelah konsultaso ke dokter kankernya, dokter mengatakan bersih bahkan kankernya hilang begitu saja dokternya pun bingung di katakanya ada pendarahan yang tidak tau asalnya dari mana dan meminta ke asistennya untuk foto kembali.
3. Setelah konsul ke dokter ginjalnya di nyatakan ginjal baik-baik saja hanya saja ada bengkak yang masih batas normal
4. Setelah di bawa ke ruang USG untuk foto ulang yang normalnya USG hanya kurang lebih 10 menit tapi ibu ana hampir sejam, 3 dokter radioterapi bergantian mencari penyakit ibu ana dan kebingungan lantaran penyakitnya yang tak buran alias sulit terbaca dan pada akhirnya di nyatakan cuman infeksi di sekitar buli-buli.
Sebelum keanehan itu bermunculan di hari ke 2 rawat inap ana memanggil para ikhwan di RH untuk meruqyah ibu ana alhasil setelah Ust Aby Ancha meruqyah ibu ana reaksi yang super di perlihatkan oleh jin itu seakan marah besar setelah di bacakan ayat dan juga darah yang sementara di transfusi tiba-tiba berhenti. Di hari ke 3 di ruqyah reaksi makin hebat dari jam 4 sampai jam 10 malam sulit sadar sampai tenaga terkuras dan mata bengkak akibat kurangnya istirahat di sebabkan reaksi selanjutnya ana yang ruqyah dan juga sempat sekali dari kader wahdah yang meruqyah. Setelah menjalani terapi Al-Qur'an dan hampir setiap hari reaksi dimana reaksinya terjadi di sekitaran muka dan juga setiap ada orang/penjenguk baru yang dilihatnya jinnya reaksi seakan ingin memperkenalkan dirinya kepada orang-orang yang baru di lihatnya. Setelah sulit mengontrol dirinya ana berinisiatif untuk meruqyah rumah ana sebab banyak keanehan di rumah ana alhasil ana dapat keris di laci lemari ibu ana, keris itu punya bapak saya yang sudah turun temurun dan sudah hilang beberapa tahun terakhir entah kenapa wallahu a'lam keris itu tiba-tiba muncul dan saya sdh musnakan semuanya.
Semakin hari reaksi ibu ana tak kunjung berhenti bahkan salah seorang keluarga sudah pasrah dan sempat bertanya ke dukun, dukun itupun memfonis ibu ana di hari jumat sudah meninggal saya sangat marah besar pada waktu itu dan bersitegang dengan beberapa keluarga yang percaya dengan dukun itu padahal jauh hari sebelumnya sdh di nasehati.
Pada akhirnya ana sempat pasrah dan mencoba menelfon Ust Perdana Akhmad saya berkonsultasi dengan Ust Perdana Akhmad dan menceritakan semua kronologis ibu ana. Ust Perdana Akhmad menyarankan untuk tidak meruyah secara langsung sebab ibu ana sulit untuk mengontrol dirinya, saya di sarankan utk memberikan kapsul mengkudu,madu dan terapi minyak zaitun setiap saat di sekitar penyakitnya secara istiqomah. Alhamdulillah, biidznillah membuahkan hasil pendarahan ibu ana sudah mulai berkurang serta nafsu makan makin hari makin membaik dan penyumbatan di saluran kencing sudah mulai lancar dan kankernya di nyatakan HILANG. Setelah melakukan terapi ruqyah zaitun dan ruqyah air reaksi ibu ana setiap hari makin berkurang, sekarang kalau lihat orang tidak lagi reaksi kalau dengat suara adzan sudah bisa mengkontrol reaksi di mulutnya sebelummnya jika mendengar suara adzan ibu ana reaksi di sekitar muka tapi saat saya oleskan zaitun sesaat reaksi langsung berhenti dan sekarang sudah tidak lagi. Saya bersyukur oleh Allah yang perlahan memberikan perubahan positif ke ibu ana. Tadi pagi sekitar jam 10 ibu saya menjalani operasi pergantian selang di ginjalnya dan alhamdulillah oprasinya berjalan lancar. Sekarang ana tinggal tunggu hasil dari dokter pasca oprasi. Mohon doa dari semuanya semoga ibu saya segera pulih dan dpt beraktifitas sperti biasanya.
Amin.
Saya titip pesan kepada jin,syaithon yang mengganggu ibu ana jika kalian bangsa jin masih mengganggu ibu ana semoga Allah melaknat kalian dan membinasakan kalian. Al anuka bila'natillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar