Ads Top

MENEMBUS DIMENSI ALAM JIN (Episode Tiga)



Dikisahkan oleh Perdana Akhmad, S. Psi (Founder QHI)

Pak Fulan dan gurunya Ustadz Budi kali ini mencoba memasuki perkampungan Jin Muslim.
Kembali ustadz budi dan Pak Fulan memasuki kamar dan merapal mantra Qulhu sungsang untuk memasuki perkampungan jin muslim, lalu "Blasss" mereka merasakan tubuhnya tersedot masuk kealam jin muslim dan saat membuka matanya mereka berada disatu tempat yang banyak rumah rumah persis alam manusia. Pak Fulan mengatakan "Pak ustadz kalo nonton film si Unyil persis tuh rumahnya juga pagarnya sederhana sekali"
Pak Fulan melanjutkan penjelasannya "Saya dan Ustadz Budi dialam jin muslim benar benar bisa berinteraksi normal laiknya dialam manusia, lalu kami berjalan mengikuti jalan setapak, saya melihat rumah rumah dialam jin muslim jarang jarang. Kami lalu bertemu seorang jin muslim yang seperti bapak bapak tua yang memanggil kami. Kami melihat ternyata bapak jin muslim mirip sekali seperti manusia kecuali matanya seperti mata kucing pupil matanya, telinganya juga runcing seperti telinga kucing. "
Jin itu memanggil kami berdua" kalian manusia ya? Kenapa kalian bisa kemari, apa kalian tersesat? "
Pak Fulan menjawab :" Tidak pak, kami sengaja datang kealam jin untuk jalan jalan saja"
"Ayoo mampir nak kerumah saya" kata Bapak tersebut.
Lalu Pak Fulan dan gurunya masuk kedalam rumah jin muslim tersebut dan disuguhi minuman oleh anaknya yang perempuan dan ternyata tidak berjilbab dan sangat cantik kecuali memang matanya seperti kucing dan telinganya lancip.
Pak fulan merasa aneh sebab minumannya sangat kental, saking penasarannya diangkat cangkirnya lalu dibalikkan airnya ternyata seperti agar agar tidak tumpah.
Bapak tersebur tertawa dan menjelaskan "nak, itu air teh yang kami ambil dari alam manusia, yang kami ambil adalah sari dari teh bangsa manusia. Ketahuilah bahwa kami bangsa jin muslim sering mendatangi rumah rumah kaum muslimin dan mengambil sari makanannya yang memang sudah Allah takdirkan untuk jadi makanan kami. Kami jin muslim senang berada diplapon atap rumah dan dengan ilmu yg kami miliki kami menyedot sari makanannya. Walau makanannya habis sebetulnya pada dimensi jin masih tersisa sari makanannya yang bisa kami ambil.
" saya berpesan pada manusia agar jangan membuang sisa tulang kepembuangan sampah sebab tulang yang kalian makan bagi kami dialam jin masih ada daging segarnya yang bisa kami makan. Buanglah ditanah agar kami bisa mengambil sarinya, jika dibuang dikotak sampah maka akan najis dan akan diambil oleh jin kafir.
Saya berpesan agar semua makanan agar ditutup dan bacakanlah bismillah sebab jika tidak ditutup dan dibacakan bismillah maka sari makannya akan diambil oleh jin kafir. Kami jin muslim hanya ambil sari makanan yg dibacakan doa dan halal saja.
Pak fulan lalu mengorek informasi lain "Pak, apakah jin muslim suka membantu manusia?"
"Ya, kami suka membantu manusia yang rumahnya sering kami tinggali diplaponnya, kami sering membangunkan agar sholat malam, dan saya beritahu satu rahasia bahwa kami bangsa jin suka masuk kedalam tubuh kucing. Jin perempuan suka masuk dalam tubuh kucing putih perempuan. Jin laki laki suka masuk kedalam tubuh kucing jantan. Bahkan kami kadang menolong penghuni rumah dari gangguan jin kafir. "
" waspadalah bahwa cicak, tikus itu sering dimasuki dan digunakan bangsa jin kafir mengerjakan sihir, bunuhlah jika ada cicak dan tikus dirumah"
Apakah kalangan jin muslim juga suka berjihad?
"Ya, kami kadang berperang melawan jin kafir, bahkan sering membantu manusia berjihad dijalan Allah"
Pak fulan berkata "ada banyak wilayah jin kafir yang memperbudak manusia kenapa tidak diserang jin muslim?"
Jin itu mengatakan "tidak semudah itu kami bangsa jin ada wilayah teritorial sendiri dan jika memasuki wilayah kekuasaan jin kafir bisa dibunuh dan kami lebih banyak dalam kondisi lemah"
Berita kedatangan pak fulan dan ustadz Budi tersebar diperkampungan itu. Maka banyak jin datang berkenalan bahkan ada yang menawarkan anak gadisnya untuk dinikahi.
Masyarakat jin meminta agar kami mengimami sholat, dan yang menjadi imam sholat adalah Ustadz Budi ujar pak fulan.
Jin muslim diperkampungan itu merasa bangga bisa diimami oleh manusia walau ada ulama dikalangan bangsa jin sebab Allah menciptakan manusia lebih sempurna dari bangsa jin.
Saya bertanya dengan Pak Fulan kondisi perkampungan jin muslim, Pak fulan mengatakan "Yang saya lihat persis alam manusia, juga hewan hewannya juga pepohonannya. Dan yang kami masuki adalah perkampungan sederhana bukan kotanya dan tidak ada istana mewah.

<< Episode dua   |   Episode empat >>

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.